Drama bergenre zombi apocalypse, All of Are Dead kini tengah menjadi sorotan banyak orang setelah dirilis pada Jumat, 28 Januari 2022 di Netflix.

Tidak sedikit orang menyamakannya dengan film Train to Busan karena sama-sama bertemakan zombi.

Jika Train to Busan menceritakan penyebaran virus zombi yang merebak di sebuah kereta, berbeda dengan All of Us Are Dead.

All of Us Are Dead menceritakan tentang perjuangan sekelompok anak SMA di tengah ganasnya virus zombi di sekolahnya.

Keduanya menggunakan kiamat zombi sebagai cara untuk “menyembuhkan” masyarakat busuk yang mencapai akhir, tetepi juga menunjukan bahwa masih ada harapan dari segi kemanusiaan.

Meski tak berkaitan, terdapat 4 kesamaan yang terdapat dalam dua karya fenomenal tersebut.

Skala Penyebaran Zombi yang Sama-sama Besar

Drama All of Us Are Dead menunjukan penampilan zombi yang memuasakan, meskipun sempat dipandang sebelah mata.

Seperti pada pemutaran perdananya, All of Us Are Dead dianggap tidak akan bisa sejajar denga karya zombi lainnya seperti “Kingdom”, dan “Alive” yang sukses menarik banyak penonton.

Namun zombi dalam All of Us Are Dead dinilai lebih menakutkan dibanding dalam Train to Busan.

Tim produksi drama ini pun dikabarkan sangat memperhatikan casting para aktor zombi hingga ingin menberikan pengalaman terbaik pada penonton.

Dan dalam All of Us Are Dead dan Train to Busan sama-sama dinilai sangat sensitif akan suara, namun kebrutalan dan kelincahan zombi dalam All of Us Are Dead di nilai lebih menakutkan.

Kisah Cinta Remaja yang Menguras Air Mata

Kisah cinta remaja yang polos dapat kamu temukan dalam kedua karya zombi tersebut, seperti Young Guk (Choi Woo Sik) – Jin Hee (Ahn So Hee) dalam Train to Busan.

Dan lama All of Us Are Dead kalian dapat menemukannya dalam Cheong San (Yoon Cham Young) – On Jo (Park Ji Hoo) dan Soo Hyuk (Park Solomon) – Nam Ra (Cho Yi Hyun).

Ketulusan mereka untuk melindungi satu sama lain membuat dua karya ini mempu menguras air mata para penonton.

Penjahatnya Bukan Hanya Zombi

Dalam setiap genre zombi maupun bencana, karakter antagonis menjadi sangat mudah ditemukan. Meski demikian, karakter antagonis tersebut bukan hanya zombi.

Tetapi para orang orang yang mengungkapkan sifat asli mereka dibalik topeng kebaikan. Contohnya dalam Train to Busan ada adegan seorang pria berkuasa yang mendorong orang lain untuk menjadi tameng yang membuat marah penonton.

Dan dalam All of Us Are Dead banyak sekali adegan seruap seperti pada saat karakter Na Yeon (Lee Yoo Mi) yang membunuh teman sekelasnya untuk menyelamatkan diri karena cemburu dan egois.

Karakter Utama yang Berakhir Tragis.

Meskipun menakutkan dan pedih, baik Train to Busan maupun All of Us Are Dead sama sama menyampaikan sinar harapan yang hangay tentang kebaikan orang-orang yang tersisa di masyarakat yang korup tersebut.

Dalam Train to Busan, Seok Woo (Gong Yoo), seorang ayah yang kecanduan pekerjaan sampai mengabaikan hidupnya demi menyelamatkan anaknya yang masih kecil Soo An.

Dan dalam All of Us Are Dead, tokoh guru, teman sekelas, dan orang tua berusaha melindungi orang orang di sekitarnya meskipun nyawa mereka beresiko menjadi taruhannya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.